Friday, September 6, 2013

Baling batu sembunyi tangan

"Hiding the hands that throw the stones"


This is a Malay proverb (parable)  which relates the cowardly action of certain quarters inflict evil and tribulations on unsuspecting targets, whereby the doers conveniently wash off their hands. The damages not only restricted to individuals, but also the public and public properties in the form of vandalism. In history, these ill-hearted malicious activities have been suspected to cross borders into target countries with the purpose of creating tensions that court misunderstanding among communities and factions.  The resulting unrest and violence that stem from these unscrupulous doings bring about suffering to innocent population, particularly women, children and disables. It seems to them human sufferings elsewhere is not something to be felt with sorrow, empathy and guilty feeling  as long as the actions meet their own ends.  When those suspected wrongful groups are made known to public or put on trials, they will vehemently reject any form of involvement in the shameful actions. They are not taking responsibility and accountability on their cowardice actions. On the contrary, they create scapegoats that can absorb the blames and cunningly pull themselves away from suspicions.     

Those who have committed crimes and get away with them through their schemes and briliant defense lawyers may think that they can get away forever. But Allah Subhabahu Wataala, the one and only God, is just. He create the Hereafter. Each and everyone will die, and at one point of time in the future, there will be no one will live on the face of the world, except those who are allowed by Him. Then, when the day of Resurrection comes, all those who have died will be made to live again. However, living in the Hereafter will is not the same as living in the in the world today. It will the of Recompense whereby deeds that done during their previous live on the face of the world will be evaluated and rewarded. Allah promise that no one who has caused sufferings on other people will escape justice.  


Allah says in Surah Al-Zalzalah which can be translated as:

(Az-Zalzalah 99:1)
When the earth is shaken to her (utmost) convulsion, (Yusuf Ali)
When the earth is rocked by her [final] earthquake, (In the Shade of  Al-Quran)
When the earth wiil be trembled with its quake, (Tafsir Maarif)

(Az-Zalzalah 99:2)
And the earth throws up her burdens (from within),(Yusuf Ali)
when the earth shakes off her burdens, (In the Shade of Al-Quran)
and the earth will bring forth its burdens (from within),(Tafsir Maarif)

(Az-Zalzalah 99:3)
And man cries (distressed): 'What is the matter with her?'-(Yusuf Ali)
and man asks: ‘What is the matter with her?’ (In the Shade of Al-Quran)
and man wii say,'What has happen to it?'-(Tafsir Maarif)

(Az-Zalzalah 99:4)
On that Day will she declare her tidings: (Yusuf Ali)
On that day she will tell her news, (In the Shade of Al-Quran)
That day it will describe all its happening (Tafsir Maarif)

(Az-Zalzalah 99:5)
For that thy Lord will have given her inspiration.(Yusuf Ali)
for your Lord will have inspired her. (In the Shade of Al-Quran)
because its Lord will have so commanded it.(Tafsir Maarif)

(Az-Zalzalah 99:6)
On that Day will men proceed in companies sorted out, to be shown the deeds  that they (had done).(Yusuf Ali)
On that day people will come forward, separated from one another, to be shown their deeds. (In the Shade of Al-Quran)
That day the people will come back (from the place of rekoning) in different group, so tat the may be shown (the fruits of) their deeds.(Tafsir Maarif)

(Az-Zalzalah 99:7)
Then shall anyone who has done an atom's weight of good, see it! (Yusuf Ali)
Whoever does an atom’s weight of good shall see it then, (In the Shade of  Al-Quran)
So, whoever does good (even) to the weight of particle shall see it. (Tafsir Maarif)

(Az-Zalzalah 99:8)
And anyone who has done an atom's weight of evil, shall see it. (Yusuf Ali)
and whoever does an atom’s weight of evil shall see it then also. (In the Shade of Al-Quran)
and whoever does evil (even) to the weight of a particle shall see it. (Tafsir Maarif)


Sama ada  diketahui oleh orang lain atau tidak, Allah Maha Melihat semua perbuatan makhluk yang diciptaNya. Dia menugaskan dua malaikat, iaitu Raqib dan Atid, untuk menulis semua perbuatan dan percakapan manusia. Malaikat Raqib ditugaskan di sebelah kiri untuk mencatat amalan jahat sementara Malaikat Atid pula di sebelah kanan untuk mencatat amalan baik. Catatan kedua-dua malaikat ini disimpan di dalam buku atau kitab (buku) yang dinamakan buku catatan amalan. Di hari akhirat kelak buku  catatan amalam masing-masing akan diserahkan kepada tuannya untuk di adili oleh Allah Subhanahu Wataala, iaitu Tuhan Sekelian Alam dan Raja pada hari Pembalasan. Tidak ada satupun, sama perbuatan ada yang perbuatan yang memberi kesan kecil (tidak penting) atau perbuatan yang memberikan kesan yang besar, yang tertinggal (tidak dicatatkan).

Allah berfirman dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Setiap orang pasti ada penjaganya"
(At-Tariq 98: 4)

Tidak ada sebarang perkataan yang dilafazkannya (atau perbuatan yang dilakukannya) melainkan ada di sisinya

malaikat pengawas yang sentiasa sedia (menerima dan menulisnya).
(Qaaf 50:18)

Dan "Kitab-kitab Amal" juga tetap akan dibentangkan, maka engkau akan melihat orang-orang yang berdosa itu, merasa takut akan apa yang tersurat di dalamnya; dan mereka akan berkata:" Aduhai celakanya kami, mengapa kitab ini demikian keadaannya? Ia tidak meninggalkan yang kecil atau yang besar, melainkan semua
dihitungnya!" Dan mereka dapati segala yang mereka kerjakan itu sedia (tertulis di dalamnya); dan (ingatlah) Tuhanmu tidak berlaku zalim kepada seseorangpun.
(Al-Kahfi 18:49)


Di hari akhirat kelak buku  catatan amalam masing-masing akan diserahkan kepada tuannya untuk di adili oleh Allah Subhanahu Wataala, iaitu Tuhan Sekalian Alam dan Raja pada hari Pembalasan.  Pada masa itu barulah setiap insan percaya akan janji Allah terhadap manusia, iaitu mereka diberikan peringatan dan penerangan bahawa mereka hendaklah mentauhidkan Allah (iaitu yakin bahawa Allah itu Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya) serta mentaati suruhanNya dan menjauhi laranganNya.   Mereka akan diadili di hari qiamat nanti berdasarkan amalan perbuatan yang mereka lakukan semasa hidup di dunia. Semua amalan ini tercatat di dalam buku amalan mereka masing-masing.

Buku catatan amalam ini akan diberikan dengan tiga cara, iaitu melalui tangan kanan, tangan kiri atau dari belakang masing-masing. Orang yang menerima buku catatan amalam mereka melalui tangan kanan akan berbahagia di akahirat kelak, tetapi orang-orang yang menerimanya melalui tangan kiri atau dari belakang akan berada dalam kedukaan dan penyesalan yang amat sangat.

Allah berfirman dalam Al-Quran yang mafhumnya:

Kemudian sesiapa yang diberi menerima surat amalnya dengan tangan kanannya, -
(Al-Insyiqaaq 84:7)

Maka ia akan dihisab dengan cara yang mudah dan ringan,
(Al-Insyiqaaq 84:8)

(Ingatlah) hari Kami menyeru tiap-tiap kumpulan manusia dengan nama imamnya; kemudian sesiapa diberikan Kitabnya di tangan kanannya, maka mereka itu akan membacanya (dengan sukacita), dan mereka tidak dikurangkan (pahala amal-amalnya yang baik) sedikitpun.
(Al-Israa' 17:71)

Maka sesiapa yang diberikan menerima Kitab amalnya dengan tangan kanannya, maka ia akan berkata (dengan sukacitanya kepada sesiapa yang ada di sisinya): ` Nah! Bacalah kamu Kitab amalku ini!
(Al-Haaqqah 69:19)

"Sesungguhnya aku telah mengetahui dengan yakin, bahawa aku akan menghadapi hitungan amalku (pada hari yang ditentukan)!"
(Al-Haaqqah 69:20)


Maka (dengan itu) tinggalah dia dalam kehidupan yang senang lenang lagi memuaskan, -
(Al-Haaqqah 69:21)

Di dalam Syurga yang tinggi (darjatnya), -
(Al-Haaqqah 69:22)

Buah-buahannya dekat untuk dipetik.
(Al-Haaqqah 69:23)

(Masing-masing dipersilakan menikmatinya dengan dikatakan): "Makan dan minumlah kamu makanan dan minuman sebagai nikmat yang lazat dan baik kesudahannya, dengan sebab (amal-amal soleh) yang telah kamu kerjakan pada masa yang lalu (di dunia)!"
(Al-Haaqqah 69:24)

Dan sesiapa yang diberi menerima surat amalnya (dengan tangan kiri), dari sebelah belakangnya,
(Al-Insyiqaaq 84:10)

Maka ia akan meraung menyebut-nyebut kebinasaannya,
(Al-Insyiqaaq 84:11)

Dan ia akan menderita bakaran neraka yang marak menjulang.
(Al-Insyiqaaq 84:12)

Sebenarnya ia semasa di dunia dahulu bersukaria dalam kalangan keluarganya (yang juga kufur ingkar)
(Al-Insyiqaaq 84:13)


Sesungguhnya ia menyangka bahawa ia tidak sekali-kali akan kembali (kepada Kami untuk menerima balasan) !
(Al-Insyiqaaq 84:14)

(Sangkaannya itu tidak betul) bahkan ia tetap kembali! Sesungguhnya Tuhannya sentiasa Melihat dan Mengetahui keadaannya!
(Al-Insyiqaaq 84:15)

Adapun orang yang diberikan menerima Kitab amalnya dengan tangan kirinya, maka ia akan berkata (dengan

sesalnya): "Alangkah baiknya kalau aku tidak diberikan Kitab amalku, -
(Al-Haaqqah 69:25)


"Dan aku tidak dapat mengetahui hitungan amalku.
(Al-Haaqqah 69:26)

"Alangkah baiknya kalau kematianku di dunia dahulu, menjadi kematian pemutus (yang menamatkan kesudahanku,

tidak dibangkitkan lagi); -
(Al-Haaqqah 69:27)


"Harta kekayaanku tidak dapat menolongku sedikitpun; -
(Al-Haaqqah 69:28)

Kuat kuasaku (dan hujjah-hujjahku membela diri), telah binasa dan hilang lenyap dariku".
(Al-Haaqqah 69:29)

(Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka): "Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia, -
(Al-Haaqqah 69:30)

"Kemudian bakarlah dia di dalam neraka Jahiim; -
(Al-Haaqqah 69:31)

"Selain dari itu, masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta,

(dengan membelitkannya ke badannya)!
(Al-Haaqqah 69:32)

"Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar,
(Al-Haaqqah 69:33)


Mereka diberikan kitab amalan melalui tangan kirai atau dari belakang memohon supaya dikembalikan ke dunia walaupun sekejap untuk bertaubat dan melakukan amalan-amalan baik. Malangnya selepas hari qiamat dunia sudah tiada lagi. Dunia sudah musnah. Segala penyesalan tidak berguna lagi.

Firman Allak yang mafhumnya:

Kemudian (ketahuilah bahawa) apabila ditiup Sangkakala dengan sekali tiup, -
(Al-Haaqqah 69:13)

Dan bumi serta gunung-ganang diangkat (dari tempatnya) lalu dihancurkan keduanya dengan sekali hancur, -
(Al-Haaqqah 69:14)

Maka pada saat itu berlakulah hari kiamat,
(Al-Haaqqah 69:15)


"Sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna" - demikian kata satu lagi simpulan bahasa Malayu. Di akhirat kelak tiada siapapun yang akan dapat menyembunyikan perbuatan yang dilakukan semasa hidup di dunia dahulu. Allah Maha Mengetahui segala-galanya. Tiada sesuatu pun yang berlaku didunia, keculi diketahui oleh Allah Yang Maha Mengetahui. Buku catatan yang di tulis oleh Malaikat Raqib dan Atid hanyalah merupakan saksi pada hari Hisab, iaitu hari mengira dosa dan pahala dan pembalasan yang setimpal. Bahkan Allah Subhanahu Wataala adalah Maha Kuasa untuk menutup mulut manusia dan menjadikan tangan dan kaki mereka sebagai saksi terhadap diri sendiri.

Allah berfirman di dalam Surah Yaasin yang mafhumnya:

"Pada hari di kunci mulut-mulut mereka dan berkata kepada Kami tangan-tangan mereka serta bersaksi kaki-kaki mereka dengan apa yang mereka kerjakan (semasa di dunia dahulu).

 Dengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan kembali di akhirat kelak.  

Wallahu a'alamDengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan kembali di akhirat kelak.  

Wallahu a'alamDengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan kembali di akhirat kelak.  

Wallahu a'alamDengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan kembali di akhirat kelak.  

Wallahu a'alamDengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan kembali di akhirat kelak.  

Wallahu a'alamDengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan kembali di akhirat kelak.  

Wallahu a'alamDengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan kembali di akhirat kelak.  

Wallahu a'alamDengan itu apa-apa jua siksaan yang Allah kenakan kepada setiap diri manusia di akhirat kelak adalah disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri.  Allah tidak menzalimi sesiapapun, bahkan manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Allah berfirman dalam Surah Yunus yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Yunus 10:44)


Oleh elekkanlah segala jenis perbuatan yang menyebabkan kerosakan dan kemudaratan kepada diri sendiri, orang lain atau pada masyarakat. "Baling batu sembunyi tangan" tidak dapat melindungi seseorang pembuat jahat di akhirat kelak daripada pengadilan Allah Subhanahu Wataala.Bersabarlah di atas kejahatan yang orang lakukan terhadap kita. Jika mahu membalaspun janganlah melebihi daripada kejahatan mereka terhadap kita. Ingatlah, setelah ditolak-campur, kita yang akan menanggung kerugian di akhirat kelak. Tetapi yang lebih baik, ialah menahan diri daripada membalas. Allah memberikan keampunan terhadap dosa orang-orang yang menahan kemarahan mereka. Biarlah pihak yang berwajib menjalankan tugasnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran yang mafhumnya:

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa;
(A-li'Imraan 3:133)

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)


Janganlah kemarahan seseorang itu menyebabkan dia mengikut kehendak hawa nafsunya sehingga sanggup membalas dendam dengan menggunakan sihir. Hawa nafsu yang tidak dikawal boleh menjadi tunggangan kepada syaitan untuk menyesatkan seseorang.

Sabda Nabi Yusuf AS yang Allah Firmankan dalam Al-Quran yang mafhumnya:

"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
(Yusuf 12:53)


Sihir adalah suatu perbuatan yang dikategorikan oleh para ulamak sebagai syirik. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Orang-orang muslim sangat ditegah daripada melakukannya kerana Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa' yang mafhumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


Azab yang menghinakan di akhirat di tambah dengan siksaan di dunia. Tidak mustahil orang yang menggunakan sihir ini menjadi menyesal apabila didapatinya orang disihir itu menderita teruk dan tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukannya. Lebih menyesal jika orang disihir itu hanya dengan sebab dia dianugerahkan nikmat yang lebih seperti kekayaan, rumah yang besar, isteri yang cantik ataupun suami yang handsome. Malangnya, sihir itu mungkin tidak boleh ditarik balik; jika dicuba juga mungkin akan memakan diri sendiri. Itulah bahayanya sihir. Jauhilah dan takutlah kepada Allah yang kepadanya kita berharap serta berserah diri dan kepadanya juga kita akan dikembalikan di akhirat kelak.  

Wallahu a'alam


No comments: